Taman Makam Pahlawan Amurang Jadi Lapangan Bola
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Lahan kosong di Taman Makam Pahlawan (TMP) berubah fungsi menjadi lapangan bola. Begitulah yang terjadi di TMP Amurang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Vike Ponumbol dan keluarga yang selama 15 tahun terakhir menjaga makam pahlawan itu sudah berulangkali menegur warga yang bermain bola di situ, namun tidak digubris.
"Ini nanti setelah upacara hari Pahlawan, saya mau umumkan agar mereka tidak main bola lagi di sini lagi karena ini makam pahlawan, bukan lapangan bola," ujar Vike Ponumbol. Di menjelaskan, TMP Amurang terdapat 80 malam pahlawan yang beragama Kristen dan 134 yang beragama Islam. Ada sebuah tugu di depan makam dan rata-rata makan pahlawan di situ berusia puluhan tahun.
Vike dan keluarga membersihkan TMP Amurang tiga bulan sekali. "Ya kalau rumputnya sudah tinggi, dananya dari Dinas Sosial Minsel," jelas dia. Sekali pembersihan, mereka mendapat dana Rp 350 ribu. Pembersihan TMP pun lazim dilakukan menjelang Hari Pahlawan. "Besok kita lakukan pembersihan, termasuk akan dicat lagi," kata Vike saat ditemui Rabu (6/11/2013).
Secara umum kondisi TMP tersebut masih baik meski ada beberapa bagian yang sudah rusak terutama pagar. Nisan para pahlawan pun sebagian sudah tak terbaca. Yang paling menarik selama 15 tahun ini TMP Amurang gelap gulita karena tidak ada lampu. Bahkan di rumah Vike sebagai penjaga TMP, listrik dia ambil dari tetangga. "Kami menyambung saja dari tetangga, itupun hanya untuk rumah kami. Kami bayar Rp 75 ribu per bulan," ujar Vike yang berharap pemerintah menyediakan sambungan langsung dari PLN ke TMP Amurang.
Vike tidak mendapatkan gaji. "Kami tidak digaji, cuma biasanya kita mendapatkan bantuan seperti beras dan lainnya. Untuk hidup sehari-hari kami harus bekerja, seperti saya jual bensin eceran," ujarnya. Vike mengakui, di TMP Amurang banyak dimakamkan orang dari luar Minsel. "Ada yang datang cari makam orangtua mereka, dan dapat. Mereka minta ditandai supaya mudah ditemukan," katanya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Minsel Jeffry Prang saat dikonfirmasi terkait listrik di TMP Amurang, mengatakan anggaran yang diusulkan pemerintah selalu dicoret DPRD setempat. "Tidak ada biaya untuk pemasangan listrik di situ, sebab sudah beberapa kali diusulkan ke DPRD, selalu saja dicoret," jelas Prang, Kamis (7/11/2013).
Ia menambahkan, yang disetujui DPRD untuk TMP adalah dana perawatan."Dana untuk TMP itu satu tahun hanya Rp 750 ribu, memang kecil sekali yang dianggarkan," ucapnya lirih. (amg)

Komentar
Posting Komentar